8 Manfaat Memelihara Hewan untuk Anak-anak

8 Manfaat Memelihara Hewan untuk Anak-anak

Orang tua dan guru sering mengeluhkan bagaimana anak-anak susah konsentrasi karena sering bermain gadget ataupun HP. Fokus namun pada sesuatu yang tidak berguna atau kurang penting. Contoh lebih banyak main games dari pada belajar. Kondisi yang mengganggu tugasnya sebagai siswa.

Salah satu hal yang bisa membantu anak fokus dan bertanggung jawab adalah mengenalkan dan memelihara hewan peliharaan. Mereka diajari untuk merawat, memberi makan, dan mengontrol dengan pengawasan orang tua tentu saja. Beberapa hal baik yang bisa dipetik di dalam aktivitas memelihara hewan adalah sebagai berikut;

Tanggung jawab. Anak memiliki sikap bertanggung jawab atas keberadaan binatangnya.  Memberi makan, memandikan beberapa hewan yang memang perlu dimandikan,  membersihkan kandang, dan banyak hal lainnya.  Mengontrol ketersediaan pakan, jadwal menguras aquarium, membersihkan wadah pakan-minum, atau filter jika aquarium.

Memperhatikan kesehatan binatang. Apakah ada yang lemes, ogah-ogahan makan atau bergerak, dan seterusnya. Itu adalah tanggung jawab.

Disiplin. Jadwal membuka kandang atau memberikan pakan itu rutin. Nah dengan aktivitas tersebut anak akan melatih diri untuk juga disiplin. Telat memberikan pakan atau kurang bisa mati atau membuat hewan menderita.

Sikap ini pasti membantu anak untuk disiplin dalam menyiapkan makan-minum hewan kesayangan mereka, agar tidak kelaparan dan kehausan. Tentu saja harus dilatihkan, bukan serta merta akan timbul sendiri.

Disiplin  ini  akan terbentuk dalam berbagai hal dalam kehidupan mereka. Kebiasaan bagus yang sangat memperkembangkan.

Sayang akan alam ciptaan. Dunia ini semakin renta. Begitu banyak kerusakan, hewan banyak yang punah.  Bisa dibayangkan, jika anak-anak tidak mencintai binatang, mereka abai akan keberadaan ciptaan yang lain itu, bisa-bisa nanti dunia ini tidak lagi semarak. Pohon tidak ada, hewan pun tiada. Kan repot.

Tidak akan mungkin anakanak suka binatang jika tidak diajarkan, latihkan, dan diberikan pengertian sejak dini. Apalagi jika orang tuanya juga tidak suka peliharaaan.

Konsistensi. Memelihara hewan itu perlu konsistensi. Mudah bosan, jangan harap akan melihat pertumbuhan hewan-hewan lucu yang menghibur itu baik. Bisa-bisa malah mundur dan berujung pada kematian. Terus menerus untuk mengurus, merawat, dan memberi perhatian untuk mereka.

Sikap konsisten ini baik untuk anak dalam kehidupan. Latihan dengan memelihara hewan itu sangat bagus. Jika bisa merawat hewan, pastinya dia bisa merawat dirinya sendiri, dengan lebih baik.

Keteladanan mengenai konsistensi sangat lemah. Mendidik di  rumah dengan memelihara hewan bisa membantu banyak.

Peduli. Budaya acuh tak acuh mulai menggejala. Orang abai akan keberadaan orang lain. Nah, jangan sampai hal ini menjadi tabiat, bahkan budaya generasi mendatang. Kepedulian bisa dilatih, diajarkan dengan memelihara binatang peliharaan. Mereka akan memiliki hati  untuk merawat, memperhatikan kebutuhan peliharaan mereka.

Pada hewan saja perhatian, masak dengan manusia tidak. Jelas tidak akan mungkin demikian.

Memperhalus emosi. Sering kita saksikan anak-anak mudah marah, memaki, dan tidak sabaran. Nah, memelihara hewan orang tidak akan bisa emosian, kudu sabar, tenang, dan membuat peliharaan nyaman. Memegang hewan apapun jenisnya perlu yang namanya sabar dan ketenangan. Mereka baru akan nyaman seturut dengan perasaan pemilik.

Jangan harap memiliki hewan peliharaan yang jinak dan bisa dipegang jika emosian, gak sabaran, dan grusa-grusu. Hal ini sangat berimbas dalam banyak segi kehidupan.

Mengasah ranah rasa. Kecendrungan anak muda sekarang itu intelektualis. Berpikir mengenai dirinya semata. Tidak peduli pada pihak di luar dirinya. Nah, memberikan perhatian pada hewan peliharaan, akan membantu anak untuk juga memberikan perhatian pada sesamanya.

Tidak lagi hanya berpusat pada dirinya sendiri namun ada dunia yang lain yang juga perlu perhatiannya.  Hal bagus yang perlu dikembangkan.

Mengurangi pemakaian gadget. Suka atau tidak, waktu anak sekarang habis di depan layar. Ada televisi, terutama HP. Nah, perhatian itu perlu disalurkan untuk hal-hal yang lebih produktif, salah satunya mengenal dan akhirnya memelihara hewan peliharaan.

Keasyikan yang lebih bermanfaat dan berdaya guna. Layak dicoba untuk membuat anak tidak uring-uringan karena pengaruh gadget yang dihentikan.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan