9 Kesalahan SBY-Demokrat

Demokrat makin hari makin ngaco. Bicara soal mangkrak, kejayaan imperium Islam, bahkan peredaran narkoba sangat gede. Padahal jika mau jeli dan jujur itu menyleding mereka sendiri.

Nah, sembilan dosa SBY ini mau mengupas itu, bagaimana namanya Demokrat yang jelas harusnya demokratis, malah menjadi PKS-Perjuangan. Jauh lebih agamis Demokrat dari pada PKS sekarang ini. tidak ada yang salah dengan basis agama, tapi wajar tidak?

demokrat

Satu, ahy dikeliling kader penjilat. Ini semua kesalahan SBY. Kendali masih pada SBY hanya saja AHY menjadi boneka. Nah memilih kader yang menjadi pengurus itu penting, tidak sekadar menyenangkan dan mengiyakan apa kata bos.

Dua. SBY tidak mempercayakan AHY berjalan dengan visinya sendiri. Sebelum pandemi safari politik AHY keren, bisa bersua dengan Mega dan Puan, ini bagus sebenarnya, eh malah balik lagi. Cemar asal tenar.

Tiga. Dikit-dikit melibatkan Tuhan, istilah agamis, dan itu saja sebagai mekanisme jualan. Ini demokrasi, bukan jualan kapling surga. Katanya nasionalis dan demokratis, kog menjadi aneh. Lebih puritan dari mereka, PKS dan P3.

Empat, kadernya model penjilat, ABS, bukan kader loyalis. Model demikian kalau ada bahaya menghilang. Berpolitik bahaya dengan orang-orang demikian. Sayang SBY-AHY suka dengan model seperti itu.

Lima, imperium Islam milenium pertama. Ini lagi-lagi lebih mundur bagaimana sekelas Demokrat namun berpikir ribuan tahun lalu. Ini hanya demi pemiih yang itu-itu saja. Ceruk kecil buat rebutan banyak pihak. Eh Demokrat juga masuk ke sana.

Empang sempit itu untuk rebutan banyak partai dan juga banyak orang yang ngarep menjadi pemimpin.  Sangat tidak efektif.

Enam, AHY tidak  fokus pada internal. Penataan kader dengan lebih baik dan waras. Tidak hanya ABS dan mengiyakan semua gagasan SBY dan AHY. Ini bahaya. Pemimpin besar itu justru perlu kritik bukan hanya yes man.

Tujuh, pemilihan membranding diri dengan cara cemar. Bicara soal mangkrak, mengenai bandar narkoba. Sama juga blunder dan buat gol bunuh diri. Bandar narkoba Australia dibebaskan. Siapa si raja mangkrak?

Delapan. Terlalu fokus pada Jokowi. Memang bisa dipahami, karena peran Jokowi menelanjangi kemampuan SBY dengan bulat-bulat. Mau apa lagi, itu fakta.

Sembilan. Terfokus pada masa lalu yang keliru. Jasanya yang kecil dibesarkan itu bisa, apa salahnya namanya juga politik. Tetapi bukan malah melemahkan capaian orang lain. ini fatal.

Miris nama besar SBY dirusak sendiri karena takut nama baik rusak. Malah makin hancur karena memilih pengurus model ABY. Menyenangkan semu semata.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

Leave a Reply