Mengapa Anies Menyerah

Beberapa hari ini masih cukup sibuk pembicaraan mengenai Anies menyerah. Pro dan kontra biasa terjadi. Memperolok bagi yang kontra dan mencari-cari pembenar yang mendukung Anies. Susah untuk melihat yang netral menyatakan pendapatnya mengenai keputusan Anies ini. Polemik menjadi berkepanjangan karena soal pandangan dan afiliasi politik yang sering membuat tidak rasional.

Mengapa sampai Anies menyatakan penanganan covid sebaiknya langsung ditangani pusat? Beberapa hal yang sangat menarik untuk dicermati;

Ini adalah hal kesekian yang telah dilakukan Anies untuk melimpahkan pekerjaannya kepada pusat. Tentu masih ingat awal 2020 lampau, ketika Jakarta demikian parah dihantam banjir. Konon termasuk paling besar sepanjang sejarah. Menjadi ribut karena titik-titik banjir itu lebih banyak dan lebih lama baru surut. 

Kemudian kembali pulik teringat soal wacara naturalisasi dari enggan menggunakan kata normalisasi kali. Semua nol besar hanya besaran nama dan gaungan kisahnya. Pekerjaan sama sekali tidak ada. PUPR akhirnya “mengalah’ dan mengambil alih tugas itu.

Wakgtu itu banyak berseliweran bagaimana seorang pemimpin ketika tanggung jawabnya diambil atasan, berarti dia itu tidak dipercaya. Hal yang tidak menjadi beban bagi Anies. Terus saja melaju dengan aneka keruwetannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *