Ayo Korupsi!!!

Cukup aneh dan mengagetkan wacana merekrut mantan napi korupsi menjadi penyuluh gerakan antikorupsi. Mengapa demikian?

Korupsi beda dengan narkoba, terorisme, atau pelaku tindak kejahatan lainnya. teroris itu banyak yang sejatinya tidak tahu apa-apa. Mereka korban cuci otak dan ideologis. Ketika kedua hal itu teratasi, mereka bisa menjadi penyuluh agar tidak jatuh pada aksi yang sama.

Pun narkoba. Mereka pasti merasa menderita. Penyembuhan dan kesadaran sangat mungkin membuat mereka berbalik arah dan bisa mendapatkan harapan untuk bisa menjadi penyuluh, agar yang lain tidak terjerumus dan menderita.

Lha koruptor apanya yang bisa diharapkan, kala mereka sendiri tidak merasa jera. Lihat di penjara masih bergaya hidup mewah, menyuap sana-sini, dan ketika ditangkap saja mereka cengengesan, di mana letak kesadaran dan mau memberikan penyuluhan apa coba?

Penjara kita saja masih sering dilabeli, masuk maling ayam, lulus sana siap jadi maling sapi. Sekolah pidana yang jauh lebih ngeri. Apalagi model koruptor, mereka penjahat berkerah putih.

Ketika kesadaran saja tidak ada, mereka merasa baik-baik saja. Berapa persen sih pelaku korupsi yang mengaku salah, siap dihukum, dan tidak banyak membela diri seolah saleh dan suci? Hanya satu dua. Jauh dominan merasa benar, kemudian bansing sampai ke mana-mana, praperadilan, mengutuk dan menyalahkan pihak lain.

Korupsi

Koruptor toh banyak yang mengulangi perilaku yang sama. Lihat saja, apalagi kalau mau jujur, elit di parpol dan lembaga legeslatif, yang pernah dibui dan kemudian menjabat lagi, laku mereka seperti apa.

Ini cenderung mengulangi duta-dutayang begitu banyak dari kengacoan. Duta lalu lintas, duta Tranjakarta usai ia melanggar jalur Transjakarta, duta Pancasila usai melecehkan Pancasila, duta masker usai mencopoti para pemakaian masker.

Lebih enakan jadi orang yang tidak taat saja di negeri ini. Wong malah mendapatkan apresiasi. Jangan katakan berpikir positif dan jangan menghukum. Kondisi berbeda. Negeri ini terlalu banyak penjahat dan perilaku jahat.

Penyuluh antikorupsi ya pejabat-pejabat yang lurus, gaya hidup sederhana, dan taat aturan. Meskipun begitu banyak koruptor, toh banyak juga pejabat yang hidup lurus, sederhana, dan taat pada hukum dan aturan.

Gaya hidup dan profil keseharian mereka bisa menjadi contoh untuk bisa memberikan penyuluhan. Kalau masih kaya raya, petentang-petenteng, pegawai tapi lebih kaya dari pengusaha, apa yang mau dibagikan coba? Malah trik agar selamat dari jerat KPK?

Wacana yang tidak mutu. Apa iya negeri ini kekurangan stok kebaikan sih?

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

4 thoughts on “Ayo Korupsi!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *