Lukas Enembe dan Potret Papua

Veronika Koman berteriak-teriak dari Australia, katanya Papua miskin, pemerintah abai, dan sejenisnya. Eh tiba-tiba terdengar khabar salah satu gubernur di Papua, Lukas Enembe dikhabarkan memasuki Papua New Ginea melalui jalan tikus.

Gubernur dari negara berdaulat, memasuki negara asing melalui jalan tidak resmi, dengan berjalan kaki, dan menembus perbatasan tidak resmi. Ini ada apa? Malah sangat memalukan.  Lebih mengerikan lagi, ketika ia dideportasi.

Mengapa sampai demikian? Biasanya orang perbatasan itu memiliki KITAS, jadi sangat mungkin keluar masuk daerah perbatasan, sekadar menengok saudara yang terpisah bangsa, atau sekadar berbelanja. Itu kata rekan yang hidupnya di perbatasan antarnegara.

Apalagi sekelas gubernur. Mosok harus melalui jalan penyelundup katanya. Susah-susah jalan kaki pula. Ada kemungkinan apa di balik itu semua?

Desas-desus mengatakan dana otonomi khusus yang tidak sampai kepada yang berhak menjadi dasar persoalan. “Melarikan” diri ke PNG sebagai sarana untuk belanja, atau malah sangat mungkin melarikan diri.

Melalu pos batas antarnegara jelas akan ketahuan dan itu harus seizin Jakarta. Tanpa itu jelas tidak akan bisa melintas. Atau jika memaksa lewat, pasti Jakarta tahu dan bisa berabe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *