9 Alasan Jelesnya SBY pada Jokowi

Pilihan SBY yang Jawa sentris jelas membuat keadaan jauh berbeda. Komunikasi massa dan politik juga lain. Logis sebenarnya jika keberadaan mereka bak bumi dan langit.

Keempat, membuka kedok masa kepemimpinannya. Berbagai isu mengetengahkan bagaimana reputasi pemerintahan SBY. Mengenai HTI, korupsi, intoleransi, apalagi jika bicara keadilan sosial dalam pembangunan. 

Kelima, hal-hal yang mangkrak masa lalu diselesaikan. Pedih jelas. Bagaimana bendungan di tanah kelahiran SBY sendiri saja kelar. Berapa banyak proyek yang terhenti dengan dana besar, dan itu bisa diselesaikan Jokowi. Kecuali Hambalang.

Keenam, penyelesaian soal bangsa seolah sepele di tangan Jokowi. Keberanian mendobrak hal-hal yang seolah mustahil. Pembubaran FPI dan HTI. Proyek mangkrak. Subsidi yang membebani APBN. Belum lagi mengejar hasil mega korupsi  Cendana, atau mendepak Petral.

Ketujuh. Keberanian menabrak hal-hal yang konon tabu. Mengambil alih Free Port itu salah satu biang gaduh saat ini. Kemandirian di dalam  tekanan global yang dipilih. Nikel dan CPO melawan tantangan Barat.

Kedelapan, kepentingannya terganggu. Ini sih konon katanya dan desas-desus semata. Kebersamaan dengan jaringan pengusaha hitam sedikit banyak terganggu. Wajar meradang dan jengkel.

Kesembilan, anak Jokowi mulai menapak jalan politik yang lebih jelas. Gibran menjadi wali kota. Eh malah AHY mungkin kehilangan panggung karena partainya bisa hilang.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

Leave a Reply