Wasit Shen Yin Hao: Emang Lawan Korsel itu Adil?

Wasit Shen Yin Hao: Emang Lawan Korsel itu Adil?

Menarik respon wasit dari China yang dituding fans Indonesia curang. Media sosialnya penuh dengan hujatan dari warganet Nusantara. Ia merespon untuk menghentikan komentar buruk itu, karena hanya menjalankan tugas. Hal normatif, namun ada yang cukup menggelitik dan layak diulik ketika ia mengatakan “Emang lawan Korsel itu adil?” Mengapa menarik?

Pertama, jika itu dikatakan, adil bagi warga Korsel atau fans Korsel, dan jangan hanya menuding curang ketika tidak menang, jauh lebih tidak perlu dikupas.  Sangat wajar dan normal, sebagaimana ia mengatakan bahwa hanya menjalankan tugas.

Kedua, malah bisa ditafsirkan, bagaimana sikapnya itu mau “membalaskan” dendam atas kekalahan Korsel karena perilaku tidak adil wasit lain.  Malah menjadi  sebuah tanda tanya lebih lanjut, apakah memang demikian adanya, pemikirannya ketika memimpin pertandingan. Jika iya malah aneh bahkan ngeri.

Ketiga, apa yang ia sampaikan itu menilai pertandingan lain, bahwa ada kecurangan, ketidakadilan, dan sama seperti yang masyarakat Indonesia rasakan. Aneh dan lucu jika demikian, berbeda ketika pernyataannya itu mengatakan perasaan penonton Korea Selatan yang pastinya menilai wasit Australia melakukan ketidakadilan bagi mereka. Ada tambahan ini sangat biasa, tidak perlu dibahas lebih lanjut.

Keempat, reaksi berlebihan dengan menilai pertandingan lain malah membuat tanda tanya lebih jauh. Padahal cukup ia mengatakan please, selesai kasus ini ditutup, atau kolom komentar dinonaktifkan, hanya menjalankan tugas, selesai.

Pernyataan lanjutan itu yang membuat keadaan pasti malah makin panas bagi penonton setia tim Indonesia. Sama saja menaburkan garam di atas luka.  Wajar ketika akun sosmednya makin dibanjiri caci maki.

Kelima, artikel ini bukan hendak membela perilaku ugal-ugalan netizen Indonesia, namun menanggapi respons atas jawaban sang pengadil di lapangan hijau itu. Malah menimbulkan   pertanyaan dan bisa jadi polemik baru.

Risiko yang memang harus ditanggung oleh wasit, apalagi emang zamannya media sosial.  Aktif di medsos memang besar risikonya, apalagi mendunia, global siapa saja bisa masuk. Harus kuat mental dengan cibiran, makian, dan juga cemoohan. Semua diterima dengan kepala dingin, mau apapun tidak akan bisa menyenangkan semua pihak, itu kuncinya.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan