Para Elit Lagi Ngeprank Masyarakat
Para Elit Lagi Ngeprank Masyarakat
Beberapa hari terakhir, masyarakat disuguhi prank para pejabat. Bagaimana mereka melakukan klarifikasi, pernyataan, dan juga jawaban atau respons yang sangat-sangat maaf bodoh. Tidak hanya satu atau dua pejabat, namun beberapa.
Miris, tapi itulah fakta elit negeri ini demikian adanya. Beberapa hal yang layak diulik adalah;
Pertama, Menpora menanggapi makanan atlet PON yang amburadul dengan mengatakan, susah memberikan makan untuk banyak orang. Lha bagaimana PON-PON sebelumnya, SEA Games, atau bahkan Asian Games? Jika mengacu daerah, Sumut-Aceh, lha Papua bisa dan tidak terdengar kekacauan separah itu.
Padahal nanti akan ada makan siang gratis, si Menteri ada di gerbong yang sama. Apakah akan juga kacau balau lagi?
Kedua, masih dari arena PON, Menko PMK mengatakan, jika santan dan makanan yang bermasalah, itu tidak parah-parah amat. Lha jika melihat kegagalan sebagai sebuah hal biasa, bagaimana mau membangun sebuah kebiasaan baik dan sukses. Memberikan toleransi pada kesalahan dan kegagalan pengelolaan, bagaimana bisa berkembang dan maju. Sikap positif itu bukan dengan memberikan porsi kegagalan sebagai sebuah hal yang biasa saja.

Ketiga, KPK. Bagaimana nebeng tanpa si pemilik ikut dianggap sebagai hal yang normal. Padahal sekian lama ilang dan tiba-tiba ada istilah nebeng dan seolah itu wajar. Padahal jika benar nebeng, mengapa begitu enteng alasannya, kog lama ilang. Jika nebeng hal yang biasa, kan sejak dulu dating saja.
Tidak ada bahasan mengapa begitu lamban dan seolah-olah baru menyiapkan jawaban si nebeng itu sebagai hal yang akan membebaskan semua masalah. Ada hal penting yang abai dibahas.
Keempat, ada Presiden memilih menjadi saksi pernikahan bekas menterinya dari pada menutup even Nasional, PON. Padahal itu gawe nasional, negara, kog malah dikalahkan dengan gawe pribadi, mantan anak buah. Seolah hal yang lebih penting.
Salam Penuh Kasih
Susy Haryawan
