FEATURED

Anies ke Mana?

Kehendak baik itu menjadi penting. Bagaimana menilai Anies Baswedan tidak berkehedak baik? Anggaran penanggulangan banjir dipangkas. Ini memperlihatkan bahwa ada sebuah upaya untuk tidak serius.  Karena permukaan Jakarta yang memang rendah. Jelas perluperhatian dan anggaran besar.

Hanya bisa menyalahkan kota atau daerah lain.  Bogorlah, Depoklah, atau kawasan atas lainnya.  Padahal mereka  sendiri tidak melakukan apapun untuk sedikit antisipasi.

Menolak program yang berkelanjutan. Pada sisi lain, ia tidak memiliki solusi yang lebih cerdas. Lha melakukan saja tidak.

Hanya banyak menebarkan kata-kata ultrakanan. Cenderung politis dengan menggunakan istilah agamis. Polarisasi ideologis yang dipermainkan dengan adanya banjir.

Merepotkan pemerintah pusat. Adanya pernyataan Menteri PUPR marah, karena sulitnya bekerja sama dengan Anies Baswedan. Ini adalah senjata melawan pernyataan Presiden Jokowi, yang mengatakan lebih mudah mengatasi banjir, jika jadi presiden.

Banjir itu perlu ditangani dengan bekerja sama. Lintas sektoral. Antardaerah, sinergi bukan malah hanya mengatakan narasi semata. Saatnya berubah menuju hal yang lebih baik.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

3 thoughts on “Anies ke Mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *