FEATURED

Mengapa Negara ini Tidak Maju-maju

Negara ini Tidak Jelas Visi dan Misi

Entah mengapa hari ini, terutama pagi yang dihiasi dengan gerimis ada beberapa tayangan di media sosial yang menyoal mengenai kemajuan bangsa Indonesia. Ada yang menganalisis karena dikelola oleh orang yang tidak tahu, paham, dan mengerti tata negara. baik eksekutif apalagi legeslatifnya. Pihak lain, mempermasalahkan tujuan pendidikan dalam UUD yang berfokus tujuan spiritualis yang tidak terukur, beda dengan ilmu pengetahuan yang parameternya sangat jelas.

Ilmu Pengetahuan dan Spiritualitas

Baik, benar, dan bagus bicara spiritualitas ini, namun sering itu kacau balau, campur aduk, sehingga malah tidak membawa kemajuan. Bagaimana bisa maju, jika tujuan pendidikan  itu manusia yang saleh, yang akan membawa kepada hidup kekal atau menuju surga.

Bagaimana bisa mengukur kesalehan yang mampu membawa ke surga? Padahal dunia pendidikan yang membawa pada kemajuan ilmu pengetahuan itu terukur dengan sangat jelas. Anak yang tidak mencapai nilai ketuntasan ya tidak akan lulus, apa yang bisa memperlihatkan kesalehan itu?

Lihat saja, bagaimana orang-orang saleh, ada di dalam hidup religius apapun agamanya, yang berperilaku jahat. Padahal mereka pastinya fasih akan kata-kata atau ayat suci. Pakaiannya memperlihatkan hal itu, faktanya tidak linier denga napa yang dilakukan. Parameternya tidak membuktikan apa yang dilakukan.

Beda dengan ilmu pengetahuan. Siapa yang menguasai ilmu pengetahuan, ahli dalam cabang ilmu yang digeluti itu pasti bisa membuktikannya. Contoh, ahli fisika pasti bisa menyelesaikan masalah fisika, diuji pasti juga terbukti. Pembuktiannya jelas.

Surga dan Keahlian

Ahli itu ya didunia ini. Lain dengan capaiannya surga yang hanya bisa dibuktikan usai kematian. Padahal disuruh berangkat cepat-cepat enggan. Menggeluti ilmu pengetahuan ya akan dipanen di dunia ini. Keahlian itu akan meningkatkan mutu hidup pribadi ataupun hidup bersama.

Nah ini pembedanya, jika bicara surga, orang sering malah melihat pihak lain sebagai liyan, other, kompetitor yang bisa disingkirkan. Ada egoisme, ketika bicara mengenai jalanku yang terbaik, jalanmu sesat. Konteks ilmu teknologi malah biasanya kerja sama, kolaborasi, dan saling mendukung.

Negara ini susah maju karena tidak jelas parameter yang mau dituju. Saleh itu sumir, lain jika bicara menjadi anak baik, yang bisa diukur dengan bermanfaat bagi sesama. Kemajuan berbangsa diperoleh dengan kemajuan ilmu teknologi. Spiritualias tidak salah dan buruk, namun bukan mencampuradukannya dengan hidup sehari-hari. Perlu memisahkan agama dari hidup   bersama.

Bicara kesalehan, namun korupsi berjalan kencang. Ibadah apapun agamanya gegap gempita, toh mengasihi sesama sebagai anak bangsa masih terlalu jauh dari harapan. Caci maki, penjarahan, dan terutama aksi intoleransi tetap berlangsung tanpa merasa bersalah. Sering juga dianggap sebagai  perintah agama. Perilaku beragama yang bertolak belakang dengan esensi beragama. Itu nyata.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *