PKS dan 5 Pihak di Balik Kisruh Bangsa Ini
PKS. Ini jelas karena keinginannya adalah mengubah ideologi. Tidak kaget ketika mereka membangun narasi pokoknya pemerintah selalu saja. Membela bak babi buta setiap kejadian yang bisa memperburuk citra pemerintah. Menghajar pekerja-pekerja keras baik menteri, kepala daerah atau siapa saja yang berpotensi membuat negara ini maju.
Mereka ini pula yang ahli di dalam membuat narasi ngaco, hoax, dan membenturkan pemerintah dan agama tertentu. Atau menciptakan kecemasan dengan argumen agamis yang dikemas seolahitu adalah paling benar dan sahih, padahal itu kepentingan mereka. Lihat setiap kebijakan pemerintah di mana mereka selalu menolak, tetapi tidak ada dasar yang bisa mereka kemukakan.
Memberikan tekanan dan ketakutan, contoh mengenai keperawanan di sebuah kota. Apa kaitannya dengan anggota dewan pusat dengan menyoal keperawaan di sebuah kota? Memalukan sekaligus memilukan, kader merekalah yang menjadi pimpinan daerah tersebut. Artinya tanpa pikir panjang asal ada narasi negatif mereka keluarkan.
Satu. Masa Lalu yang Malu. Barisan ini terutama dimotori SBY dengan Demokratnya. Sederhana, mereka ini sebenarnya malu dengan kinerja moncer pemerintahan saat ini. SBY dan jajaran jelas malu melihat dan membandingkan kerja mereka dan capaian saat ini. Menutupi kemaluan dengan kesombongan, memainkan narasi aneh-aneh, dari mulai bicara hutang, padahal dia juga hutang. Meminta lockdown, atau menyoal remeh temeh lainnya.
Dua, MasaLalu yang Pengin Balik. Salah satu motornya adalah JK tetapi SBY juga masuk pada kelompok ini. Mereka ini yang sudah terbiasa bergelimang dengan kemewahan atas kekuasaan di masa lalu. Ada pula nama Gatot Nurmantyo. Lucunya mereka inikinerjanya nol tetapi omongnya gede. Ada pula nama Anies Baswedan, Rizal Ramli.
Ciri mereka ini pernah menjabat namun gagal kini merasa paling hebat dan benar. Ada pula Refli Harun. Masuk pada kelompok dan barisan sakit hati. Kelompok mereka ada yang mewadahi dalam KAMI.
