PKS dan 5 Pihak di Balik Kisruh Bangsa Ini
Tiga. Masa Lalu Mempertahankan Kekayaannya. Lagi-lagi SBY kog masuk. Namun jauh lebih lekat itu adalah klan Cendana. UU MLA paling besar menyasar kekayaan mereka. Nah dengan mengacau keadaan bangsa, siapa tahu Jokowi bisa diturunkan dan mendapatkan pengganti selemah pemerintahan lalu dan upaya menarik dana dari luar negeri bisa batal.
Tentu saja bukan hanya Cendana. Bagian Orba yang kaya raya pada tataran elit dan kroni mereka enggan kehilangan kekayaan yang demikian besar itu. Lebih baik sebagian kecil “diinvestasikan” untuk menggoyang negara dengan berbagai isu dan narasi ngaco.
Empat, Masa Lalu Malas. Birokrasi, ASN, militer, polisi, BUMN, slogan reformasi dan sejenisnya masih semata wacana. Benar sudah banyak perubahan. Pelayanan publik sudah membaik, namun masih sangat jauh dari harapan. Yang berubah dan enggan berbenah banyakan yang enggan. Enakan dulu tidak usah capek-capek doit gede. Lha kini sebaliknya.
Lima, Asing dengan Kepentingan Mereka. Negara ini sangat kaya akan sumber daya alam. Paling fenomenal jelas nikel yang akhir-akhir ini demikian memanaskan suasana. Jangan kaget tiba-tiba ada diplomat Jerman masuk ke markas ormas ilegal. Ini jelas bagian asing yang terganggu kepentingannya dengan ketegasan pemerintah Indonesia. Nikel itu masa depan dan minyak masa lalu.
Papua kembali beriak itu bagian dari ini semua, ditingkahi makelar yang ada di pucuk pimpinan bangsa ini. Susah ketika mentalnya itu makelar hanya mencari fee dan untung. Apa-apa hitungannya adalah mereka mendapatkan apa. Negara dirugikan atau rakyat menderita mana mereka pertimbangkan.
Wajar ketika keadaan sangat tidak ideal untuk pembangunan. Energi habis untuk mengelola keadaan kacau yang disengaja sebagian pihak di atas itu. Harapan tetap harus menjadi keyakinan, semua bisa diselesaikan dan menuju bangsa yang besar itu nyata.
Salam Penuh Kasih
Susy Haryawan
