TOP STORIES

Soal Mayor AHY Percaya Prabowo

Jamuannya pun bubur lemu, bukan menu  yang lebih resmi, namun makanan pengganjal perut sementara, untuk orang yang sakit dan lemah, atau untuk anak-anak. Jelas kog arahnya, belum sepadan, levelnya masih terlalu jauh, dan hijau.

Fakta membuktikan, bahwa kelas AHY memang terlalu jauh untuk menjadi pemimpin kaliber nasional. Ini mematahkan pernyataan Natalius Pigai dan membenarkan statement Prabowo. Kelasnya mayor ya akan seperti itu.

Lihat saja komentarnya mengenai bencana yang beruntun, tanpa simpati dan empati, demi mendapatkan panggung, sampai hati menafikan keberadaan korban. Menyasar pemerintah yang sedang berjuang di dalam menghadapi pandemi malah ditambah bencana, sebagai ketua umum parpol malah ikut menghajar.

Pilihan yang sangat buruk. Duka itu bukan kesempatan mencari panggung. Lihat saja ketua umum partai lain semua diam, tidak menyatakan hal yang aneh-aneh. PKS yang paling oposan saja tidak menggunakan bencana sebagai panggung mereka.

Ini bicara soal kapasitas dan cara bersikap atas keadaan. Sulit melihat AHY berubah, apalagi mentornya masih juga sama. Model ABS dan penjilat yang tidak akan memperbaiki keadaan. AHY perlu keluar dari kepompong itu dulu jika mau menjadi pemimpin besar.

Apakah mau itu persoalan, karena tidak biasa berproses, semua sudah disiapkan dengan karpet merah. Ini sejatinya kelas belajar terbaik, sayang jika tidak dimanfaatkan.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan