Kolaborasi Rizieq dan Munarman
Tampilan garang, caci maki sana-sini, hujat siapa saja yang dirasa sebagai penghalang. Tidak lama kemudian, memantik aksi Nikita Mirzani yang disambut oleh Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya. Rizieq tergulung dengan sangat kelu. Ia datang dengan perubahan 180odari kepulangannya dari tempat kaburnya.
Elit politik yang biasa bersama-sama langsung tiarap. Padahal sebelumnya seolah menyambut pemuka agama yang agung. Semua balik kanan dan takut. Munarman sendirian lagi. Rekening satu demi satu kena blokir. Uang adalah kekuatan untuk menggerakan massa.
Penahanan ikon, penghentian aliran dana, membuat elit pemakai jasa mereka juga menjaga jarak. Munarman tiarap. Agitasinya tidak laku, berbeda jika Rizieq yang berkoar-koar.
Konon, terduga teroris yang tertangkap hendak meledakan pengadilan yang mengadili Rizieq. Seruan pembebasan Rizieq di mana-mana, JK pun ikutan meneror dengan ancaman terorisme skala nasional. Pantas saja ada upaya pemaksaan sidang secara langsung.
Jaksa menjadi oase ketika ia tidak takut sebagaimana hakim yang jerih terhadap tersangka. Selalu ada orang baik, orang kuat, dan pemicu untuk membuat biang onar ini kembali ciut nyali. Kini, Munarman menggunakan kebesaran nyali perempuan, yang ia sendiri tidak berani, untuk menyerang pemerintah.
Salam Penuh Kasih
Susy Haryawan

Munaroh oh Munaroh
Muna
Fik hiiik hiik
Keren ulasannya Thanks njih.
Makasih
Salam sehat