Koalisi Bersama Rakyat yang Mana Demokrat?

SBY harus sadar dan bangun. Partai ini sudah ada di ambang jurang dan senjakala. Tidak main-main, jangan hanya suka puja dan puji namun lupa fakta. Ulang tahun ke dua puluh jangan sampai menjadi penghiburan semu yang sejatinya penguburan.

Selain hanya bicara masa lalu, padahal AHY ini masih bocah, kog kek kakek-kakek veteran yang mengulang-ulang masa kemerdekaan, atau jangan-jangan karena pensiunan jadi modelnya ya seperti kakek-kakek?

Koalisi bersama rakyat itu, kalau kali ini ya pandemi. Mana sih suaranya Demokrat hadir di tengah-tengah rakyat? Sembako kek, oksigen pun sudah lewat masa puncak kemendesakan perlu gas itu, atau hadir dengan relawan mereka di mana-mana. Hanya ramai menyerang pemerintah dan Jokowi saja.

Biasa saja, tidak usah muluk-muluk empati saja tidak ada, mau koalisi. Kapan mereka hadir bersama derita rakyat? Mereka hanya menyerang pemerintah-Jokowi atas nama rakyat. Belum terdengar aksi dan gawe untuk rakyat sama sekali. Apa iya model demikian mau jadi pemimpin rakyat?

Rakyat

Apalagi dalam ulang tahun, penghargaan diberikan ketua umum AHY kepada bapaknya, ibunya, dan adiknya. Ini aneh dan lucu, SBY, bangun, sadar. Kalian tidak perlu penghargaan pasti akan memilih Demokrat dan AHY. Kalian itu perlu suara dan pilihan dari rakyat.

Puja dan puji dari ring 1 kalian ngaco, buang dan ganti. Masih ada dua tahun lebih kesempatan untuk memperbaiki diri. Jangan mimpi atau halu akan besar jika masih seperti ini terus. Menjual derita bahwa partai atau kadernya diperlakukan tidak adil. Tahu tidak, pribadi yang merasa mendapatkan ketidakadilan itu bermasalah. Kepribadiannya masih terluka.

Fokus pada kursi kekuasaan saja. Padahal itu adalah buah dari kerja keras, kerja cerdas, dan mau bebenah bersama rakyat. Rakyat bukan hanya menjadi alat untuk memenuhi nafsu  pribadi kalian. Camkan ini kalau mau bertumbuh, bukan malah kerdil.

Aneh dan lucu, memberikan penghargaan, partai modern katanya malah kepada orang-orang terdekat secara biologis. Penghargaan pengulangan untuk pepo, memo, sih bolehlah, masih wajar. Ibas? Apa jasa Ibas coba, omong saja belepotan begitu, apa iya pejuang partai?

Masalah mendasar yang malah salah kelola. Berisi kader ABS, ndhesel urip, tidak mau kerja keras. Bersikan anasir maling berdasi dan penjilat jika mau gede.

Catatan serius ini, bukan karena ketidaksukaan, namun bagaimana partai modern malah dikelola mundur seperti era kerajaan. AHY yang muda juga berpola pikir tua, sayang partai gede namun dijalankan dengan kerdil

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *