5 Poin Belajar Beragama dari Paul Zhang

Paul Zhang sedang menjadi perbincangan. Youtuber yang menggunakan agama sebagai sarana untuk menarik minat dan traffik ternyata ngaco. Jatuh pada kebiasaan, dan melonggok kamar sebelah. Selingkuh mata dan agama ya model ini.

Mengapa ribet membahas tetangga, ketika begitu banyak inspirasi milik sendiri yang bisa digali. Memang tidak semudah dengan mengulik keberadaan liyan. Ini memang kodrat manusia.  Suka milik sendiri bagus dan milik yang lain buruk.

Nah hal ini memang hukum dagang, kecap nomer satu.  Sialnya hal demikian juga masih banyak disukai oleh publik. Hampir semua pemeluk agama kog ya sama. Diperparah sumbu pendek dan pentol korek. Senggol bacok.

paul zhang

Toh kita bisa belajar dari ngaconya Paul Zhang agar hidup bersama itu bisa harmonis.

Pertama. Mau apapun agamanya, kog ada saja yang mengulik agama lain di dalam tulisannya. Lha memangnya sudah paham semua mengenai agamanya sendiri. Begitu banyak limpah inspirasi dan kebaikan agama masing-masing. Lha buat apa ribet mengurusi yang lain.

Kedua, kebenaran apapun itu, jika diungkap oleh liyan, pihak lain, cenderung akan dianggap penistaan, pelecehan, dan masukan buruk. Ya namanya saja manusia, sikap curiga lebih kuat. Maka tidak akan memberikan kebaikan.

Ketiga, ia abai akan keberadaan politisasi agama di negeri ini. Nah,  momen  yang ditunggu-tunggu itu sangat mungkin kini menemukan poinnya. Siapa yang menunggu? Barisan sakit hati, pengasong ideologi, dan mafia yang kesulitan maling lagi.

Mereka ini menunggangi aksi intoleran selama ini. Ketika menyerang Kekristenan tidak mempan, ada upaya lain, membenturkan Kristen dengan Islam.  Pelakunya dibalik sangat potensial, seperti kasus Ahok lampau.

Keempat, model klasik, ini perang antarnegara, global, demi kekayaan alam. Ingat nikel Indonesia makin seksi. Nah siapa saja bisa bermain, kog di Jerman, apalagi pernah pihak kedubes Jerman ke markas FPI bukan?  Fanatis agama yang tidak cerdas sehingga bisa ditunggangi politis.

Kelima, famatis itu boleh, bahkan harus, namun ke dalam, bukan keluar dan kemudian malah mmbuat kisruh. Ini yang biasanya terjadi di ngeri ini.

Beragama harusnya makin berakal dan kritis, bukan malah makin bodoh dan ribet dan ribut karena menghina yang ada. Tuhan Yang Esa, mosok ciptaan-Nya dihina.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

2 thoughts on “5 Poin Belajar Beragama dari Paul Zhang

  • April 25, 2021 at 3:35 pm
    Permalink

    oh, ternyata Paul Zhang ini seorang youttuber. Saya tidak mengikuti kasusnya. cuman mendengar/nontton di TV saja. Mungkin telinga saya sudah jenuh dengan isu-isu yang berkaitan dengan agama. Selamat malam Mas Susy. Slam sukses selalu.

Leave a Reply