Irjen Napoleon Bonaparte Maling Pembela Agama

Menarik apa yang terjadi antara Irjen Napoleon Bonaparte dan Muhamad Kece. Sama-sama tahanan, satu vonis pengadilan, satunya mau menghadapi persidangan. Entah kog bisa nyampur. Atau karena bintang di pundak kemudian mendapatkan keuntungan?

Lebih menarik untuk diulik justru apa yang ia nyatakan dalam surat terbukanya. Beberapa hal yang layak dikupas lebih lanjut. Ingat, ini bukan soal agama, namun soal orang beragama dan perilaku beragama yang seperti itu. Juga tidak membela Muhamad Kece. Kita cermati beberapa hal tersebut,

Pertama, ia mengatakan bahwa penghinaan pada dirinya tidak penting, tapi kalau agama, dan seterusnya tidak bisa terima. Hal yang wajar, emosional, tersinggung, dan terhina. Benar, ini bukan ia yang tersingung, ternistakan, namun agamanya?

Lha emang agama hanya dia saja yang menganut? Ada lompatan logika. Ia yang terhina namun menggunakan agama untuk pembenar. Penganut agama banyak kog, toh tidak demikian. Artinya dia yang tersinggung.

Kedua. Napoleon mengatakan maunya menyatakan secara langsung, apa daya tidak bisa. Ada apa tidak bisa mengatakan langsung? Ada di buenan? Kasus apa ya Jenderal? Maling ternyata. Oh baru tahu, maling lebih terhormat dari terdakwa penghinaan agama. Maling ayam masih lebih bagus kala untuk hidup. ini maling karena tamak, rakus, dan serakah. Lupa ajaran agama rupanya.

bonaparte
Muhamad Kece

Ketiga. Kece itu menjadi pesakitan karena mengatakan bahwa agama yang dianut Bonaparte suka kekerasan. Lha dalah, bener kan, ia mengafirmasi kalau penyuka kekerasan. Kalau tidak, mana mau melumuri tai pada badan orang lain.

Keempat, Kece tidak pernah bersumpah untuk tidak menghina agama lain. Bonaparte perlu ingat, Anda pernah bersumpah untuk tidak maling. Hina mana coba, kami ternistakan atas perilakumu. Tentu bukan membela Kece lho ya.

Kelima, banyak konten model Kece yang potensial memecah belah bangsa. Kenapa pemerintah diam. Ada dua hal yang perlu Jenderal tahu. Berapa banyak konten penghinaan yang diserbukan oleh Waloni, Abdul Somad, Felix Siaw, ini bukan mau mencari kesalahan yang sepadann, bukan model tulisan saya, namun biar tahu seperti apa pemahaman Jenderal.

Dua, sok membela negara dan menyalahkan pemerintah, lupa diri dibui karena maling, berapa banyak maling yang telah Anda bantu minggat. Itu bukan semata memecahbelah negara, merongrong bangsa dan negara. Negara menjadi hancur lebur karena ketamakan.

Keenam. Jenderal kog main keroyok. Makin memalukan, sudah maling, penakut pula. Kepolisian harusnya malu dengan perilaku anggotanya, bintang lagi, tetapi perilakunya seperti ini. Bau tai di tubuh Kece kalah sama bau Bonaparte.

Miris ketika perilaku ugal-ugalan makin menjadi sebuah gaya hidup dan pelakunya merasa baik-baik saja. Ditingkahi warga yang setali tiga uang. Mau dibawa ke mana negeri ini jika terus demikian?

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

2 thoughts on “Irjen Napoleon Bonaparte Maling Pembela Agama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *