Di Balik Pujian Jusuf Kalla untuk Rizieq Shihab
Basi. Pengulangan, copasan, dan cara-cara yang sama dipakai terus menerus. Memutarbalikan fakta, di mana capaian Jokowi kaliber internasional. Susah menegasikan dengan hanya narasi usang demikian. Kreatifitas menciptakan narasi namun dengan model yang itu-itu saja. Tanpa kebaruan dan mudah terbaca maunya apa.
Memutarbalikan fakta. Siapa sih yang menanggap Rizieq hebat, kecuali yang membutuhkan jasanya. Sekaligus menepikan peran Jokowi, sangat mudah terbaca maunya apa. Menekan Jokowi dengan pengerahan massa “milik” Rizieq-FPI. Ia lupa, tentara dan polisi dalam satu kendali, bukan era masa lalu, 65 dan 2000-an, di mana dengan mudah Gus Dur dijatuhkan dengan intrik sangat kasar dan kotor.
Para pemain masa itu sudah banyak yang jerih karena bui dan “kutukan” Gus Dur mengancam mereka. Permainan JK sendirian, dengan hanya ditopang basis uang, tidak cukup mampu untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Ingat beda kini dengan masa lalu, tidak semudah dan sesederhana yang sudah lampau.
Pemain lain. Ini adalah orang-orang yang kepentingannya terganggu. Simpanan di luar mulai diusik, jarigan dan jalur-jalur asupan kekayaan mereka satu demi satu ditutup. Lihat saja siapa yang mencaci maki. Merasa lebih pinter dari Jokowi, namun kekayaannya tidak jelas. Siapa saja mereka, tidak perlu disebut juga sudah pada paham. Intinya sama, biasa maling kini susah, dan itu lagi itu lagi orangnya.
Emas dilempar pada lumpur juga emas, lumpur dibaluri emas, tetap saja lumpur. Hal yang sangat jelas, gamblang, terbuka, dan tidak bisa dikamuflasekan. Tindakan sia-sia apa yang JK lakukan, apalagi di tengah perilaku Rizieq Shihab yang tidak bertanggung jawab. Apa yang JK nyatakan, malah dimentahkan sendiri oleh Rizieq sendiri. Tidak ada yang sepadan dengan pernyataan JK atas penilaiannya untuk Rizieq.
Rakyat makin cerdas, memang elit masih banyak yang mblangsak karena tamak. Era berganti dan mereka enggan belajar. Layak mereka terlupakan dan malah akan menjadi catatan sejarah yang tidak baik.
Salam Penuh Kasih
Susy Haryawan
