Di Balik Pujian Jusuf Kalla untuk Rizieq Shihab
Posisi Jusuf Kalla yang dua kali menjadi wapres, di sana perannya sebagai pemimpin juga kosong berarti? Jika iya, lha buat apa nyawapres dua kali pula. Toh nyapres tidak bisa berbicara banyak. Kepemimpinan sekeren apapun, ketika tidak ada yang mempercayainya menjadi pemimpin untuk apa? atau hanya sebatas klaim semata?
Apakah pengisi kekosongan itu orang yang selalu kabur dari persoalan? Atau seharusnya ksatria dan menghadapi penegak hukum dengan penuh tanggung jawab? Ini berlaku universal, bukan klaim sepihak, atau malah segelintir orang semata.
Mungkin bagi Jusuf Kalla yang tidak memiliki pengikut fanatis sebanyak Rizieq kagum dan ternganga-nganga, apa iya senaif itu? Jelas tidak. Itu hanya bahasa untuk merendahkan sasaran utama yang mau dijadikan target, dalam hal ini adalah Jokowi.
Dugaan dan tudingan berseliweran menyasarJusuf Kalla, ada yang mengatakan proyeknya macet, anak usaha dan perusahaan yang dikelola keluarganya banyak mengalami kendala keuangan, dan jenis-jenis spekulasi yang sama. Hal yang lumrah semata, melihat rekam jejaknya memang demikian. Hal yang normal bukan hal yang luar biasa banget.
Miris adalah, ketika menciptakan opini, narasi, dan mengubah persepsi publik, di mana semua tahu dan mengenal siapa Jokowi dan siapa Rizieq Shihab. Seolah adalah dua kutub yang berlawanan, usai Prabowo merapat ke kubu Jokowi, padahal mereka adalah rival dalam dua helatan pilpres, kini perlu tokoh baru dengan pola yang sama.
