SBY Curhat, dan 9 Alasan Sudahlah!

Menarik, usai “mengamuk” dan tuding sana-sini, mengungkit “jasa” dan tidak mendapatkan respons yang seperti dikehendaki, Pak Beye curhat. Media penyampaiannya sih baru, tapi kontens atau isinya sama saja. Mengeluh, merasa terzolimi, dan menjadi korban.

Hal yang miris, jika itu adalah perilaku kakek, mantan presiden, dan tentara pula. mengapa? Ada beberapa hal sebagai berikut;

Satu, orang yang selalu merasa menjadi korban itu sejatinya pribadi yang minder, kecil, dan rapuh. Hanya karena tuntutan lingkungan, keadaan, seolah tegar. Menjadi ambyar kala terdesak.

Kedua, merasa mendapatkan ketidakadilan, lagi-lagi gambaran pribadi yang sakit. Melihat semua dengan kaca mata ancaman, bukan peluang. Lagi-lagi ciri pribadi mandeg, tidak dewasa.

Ketika, risiko kanak-kanak berkuasa itu merepotkan banyak pihak. Karena  itu adalah sarana pemuasan diri. Nah, ketika tidak puas, atau sudah turun, maka akan tantrum berulang.

Keempat, kader Demokrat cenderung ABS, atau penjilat, jika itu layak dinyatakan pada publik. Padahal seharusnya tidak demikian. Pemimpin yang melenceng ya ditegur, bukan malah dicarikan pembenarannya.

2 thoughts on “SBY Curhat, dan 9 Alasan Sudahlah!

  • March 22, 2021 at 7:20 am
    Permalink

    Nah, ketika tidak puas, atau sudah turun, maka akan tantrum berulang. >>> Jadi ingat filsafat Pak Tjiptadinata Efendi. Banyak orang yang telah berkuasa saat turun panggung dia stress. He he … Selamat siang Mas Susy.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *