Di Balik Ikrar Ibas dan Fraksi Demokrat Setia pada AHY

Ada yang cukup aneh sejatinya dalam struktur organisasi Partai Demokrat. Bapak, anak-kakak-adik, menjadi pengurus teras. Wajar kalau ada pihak yang jengah dengan itu.

Usai KLB keadaan makin memburuk karena pendekatan AHY cenderung kaku dan tidak menjalin komunikasi. Mencari pembenar ke mana-mana, pada pihak yang kontra frontal, provokatif, dan main pecat.

Saling lapor dan klaim telah tersaji. Semua merasa berhak, benar, dan pasti menang. Baguslah kalau keduanya masuk ke pengadilan, dan itu adalah jalan terbaik. Syaratnya kedua pihak sepakat dan mengakui keberadaan yang disetujui hakim. Tidak kemudian mengaku sah dan menang tanpa legalitas pengadilan.

Aneh, safari politik AHY, termasuk datang ke Yusuf Kalla. Menjadi lucu, ketika SBY pernah mendepak JK pada periode kedua. Apa arti dukungan oleh orang yang pernah ditendang?

Adiknya, Ibas yang sudah kehilangan apalan pantunnya, mengadakan deklarasi, sumpah setia pada AHY. Hal yang naif, berpolitik kakak-adik dengan menggerakan gerbong fraksi, di mana ia ketua. Apa sih sumbangsih Ibas bagi DPR?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *