PKS Dikunjungi Dubes Amrik, Masa Lalu yang Masih Gaya
PKS Dikunjungi Dubes Amrik, Masa Lalu yang Masih Gaya
Amrik itu masa lalu. Mereka itu seperti orang tua yang tidak siap pension. PPS, tiap pagi masih mengenakan safari dan berangkat ke kantor. Mereka selama ini menguasai negara-negara penghasil minyak. Jika manut, negara itu aman, dalam kendali Paman Sam, kalau ngeyel yo siap-siap didongkel dengan berbagai dalih.
Kini, minyak sudah menjadi masa lalu, belum sepenuhnya. Masa depan itu nikel dan yang kaya akan itu salah satunya Indonesia. Apa yang terjadi di negeri ini? Gaduh, para elit pekerja malah dihajar setiap saat, para parasit yang tidak ngapa-ngapain, bahkan sudah meronrong dan merusak daerah dan negara mendapatkan puja dan puji.
China, yang dalam sejarah tidak pernah bertikai dengan negara lain, menguasai negara lain atas nama apapun, malah dipropagandakan jahat. Lihat Etiopia bersama dengan Israel kini jadi lumbung pangan. Ini bukan soal memihak atau karena kepentingan. Bicara fakta dan keadaan yang senyatanya.

Kerja sama dengan Amrik dengan berbagai-bagai syarat yang sangat tidak memberikan dampak baik. Hanya menguntungkan mereka saja, namun seolah mereka ini pahlawan yang memberikan bantuan dengan setulus hati.
Tidak ada. Mereka ini bandit demokrasi, mengenakan topeng untuk menutupi bopeng mereka dalam menggarong kekayaan alam di setiap negara yang mereka kehendaki. Mereka itu masa lalu, di mana relasi kuasa, budak dan majikan.
Kini, nikel itu masa depan. Teknologi sudah hadir kerja sama dengan China, reputasi negeri Tirai Bambu berbeda dengan Paman Sam, mengeruk demi kekuasaan mereka. Negeri tetangga ini menyejahterakan rekannya untuk tetap belanja kepada mereka. Alih teknologi itu penting. Lihat Freeport itu puluhan tahun tanpa perkembangan. Di tangan Jokowi baru bisa.
Amrik masa lalu, barang rongsokan yang sok-sok mau menguasai dan mengatur dunia. Kerja sama dengan pecundang dan politikus minim prestasi agar mereka bisa mengendalikan boneka mereka seperti yang mereka inginkan.
Munafik ketemu standar ganda, ya jelas. Kekayaan negeri ini mau digarong lagi, dan mengizinkan kek zaman dulu? Mosok kebodohan diulang, negeri ini sudah beranjak maju menjadi negara besar dan sejahtera, jangan serahkan pada pecundang dan antek Amrik yang sama rakusnya itu.
Salam Penuh Kasih
Susy Haryawan
