AgamaPolitik

Ridwan Kamil Menggali Kuburnya Sendiri

Kedua soal menyeret Gubernur Banten, lha mengapa ditanyakan kepada Menkopolhukam, mengapa tidak kepada pihak kepolisian. Ini aneh dan ajaib. Hanya demi menjaga harkat dan kepentingan diri namun malah menjerumuskan diri ke dalam lobang yang lebih dalam. Miris.

Ketika prestasi itu teraih, jabatan akan mengikuti. Berkacalah pada banyak kisah demikian, ada Jokowi, ada Risma, ada Ahok, dan eh Ridwan Kamil yang bisa naik kelas malah kini ikut-ikutan ngaco dengan mainkan narasi politik kepiting. Ala-ala hewan yang demi merangkak naik dengan menginjak rekannya dan menarik kawannya yang sudah di atasnya. 

Sayang capaian Ridwan selama di Bandung kini malah mundur. Kedekatan pada ultrakanan malah merugikan sebenarnya. Ke depan pemilih itu makin cerdas dan rasional. Ini malah memainkan narasi sektarian. Aneh dan lucu, ia sukses sebagai walikota dengan citra yang ia bawa sebagai arsitek, membangun kota dengan jiwa dasarnya, memperindah dengan profesinya. Eh ini malah mundur.

Satu lagi, kandidat keren itu malah terlempar karena konsultan politiknya salah. Momentum yang ia ambil salah itu jangan buru-buru diperbaiki, malah makin kacau. Sama juga dengan orang yang terhisap lumpur, biasanya akan panik dan malah makin dalam terhisap. Sangat berbahaya, karena rasio tidak berjalan.

Sayang apa yang Ridwan miliki, ia rintis, dan ia bangun selama ini malah runtuh. Apakah kutukan Rizieq Shihab juga mengintainya? Miris sebenarnya. masih cukup muda, moncer dalam kepemimpinan, dan relatif baik  menjaga kebhinekaan. Ternyata, waktu dan keinginan itu mengubah banyak hal.

Padahal hitung-hitungan saja, FPI itu sudah menjelang senja, buat apa membela bak babi buta, malah menyerang dengan tidak kira-kira. Satu lagi kandidat potensial bagi negeri ini akan gugur dan menyerah sebelum sampai pada tujuan.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *