Ahok Dukung GaMa, Permainan Jokowi Berlanjut

Ahok Dukung GaMa, Permainan Jokowi Berlanjut

Selaku Komut Pertamina, Ahok mundur demi bisa berkampanye untuk Ganjar-Mahfud, GaMa di pilpres 2024. Jokowi baru saja berbicara mengenai pejabat boleh memihak, menegaskan cawe-cawenya selama ini.

Sangat menarik adalah Jokowi-Ahok itu duet maut dalam hal integritas, politikus berprestasi, bersih, tanpa kompromi, dan orang yang suka bekerja. Tentu saja tanpa mengurangi rasa penghargaan pada negarawan yang lain.

Jokowi banyak diasumsikan mendukung Prabowo-Gibran dengan berbagai-bagai cara. Hari-hari ini yang paling heboh tentu pembagian sembako dengan dugaan untuk pemenangan anak dan menterinya itu. Hal yang sangat lumrah, di permukaan memang terlihat itu semua.

Tidak heran para akademisi  bersahut-sahutan untuk memperingatkan presiden yang gemar blusukan itu. Ada UGM almamaternya dan juga capres Ganjar, UII, UI, dan Atmajaya. Hal yang baik, lumrah, dan memang harus demikian.

Pun banyak pendukung, pemilih Jokowi yang sangat kecewa. Terlihat dari postingan, komentar, atau pernyataannya. Namun, tidak sedikit pula yang ikut menjadi pendukung Prabowo. Lucunya adalah dulunya adalah juga penolak Menhan itu.

Nah, dengan Ahok bergabung dengan GaMa, ini akan terjadi perubahan yang signifikan. Bagaimana para pemilih dan pendukung yang kemarin masih bingung dengan manuver Jokowi akan sedikit banyak menoleh pada  keberadaan Ahok.

Siapa yang tidak percaya dengan reputasi Jokowi dan Ahok, meskipun ada yang kecewa dan berubah haluan, dan tidak sedikit yang menjadi benci dan memaki-maki tidak karuan. Perkara ini sangat pelik, tidak mudah dinilai hanya dari kejauhan dan pinggiran semata.

Asumsi bahwa Gama dan Prabowo-Gibran yang bisa melaju ke putaran kedua, dan di sana akan terjadi seperti pilpres sebelum-sebelumnya. Kondisi yang paling realistis. Berbeda jika hanya ada dua paslon, misalnya Anies berhadapan dengan Ganjar-Prabowo, akan sangat mudah Anis dengan gerbong kepentingannya memenangkannya. Narasi pilkada DKI sudah membuktikannya.

Perhitungan pelik yang perlu kecerdasan. Pilihan Ahok di kubu GaMa juga terlihat jelas bagaimana kubu nasionalis, rasional, dan pekerja keras selaku pejabat masih ada harapan. Siapa yang bisa menyatakan jika Prabowo sukses atau berprestasi? Sama sekali tidak ada.

Kegagalan dalam banyak proyek malah makin menjadikannya bulan-bulanan. Ahok sebagai pejabat pekerja berdiri pada barisan yang sama. Mengapa ia tidak sebarisan dengan Jokowi? Bisa ditelaah sendiri dengan sangat gamblang bukan?

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan