GeneralNewsPolitikTOP STORIES

Munarman: FPI Baru, FPI Damai, Ormas HIjrah

Pilihan mereka selama ini adalah pemaksaan kehendak. Masak tiba-tiba bisa menjadi kalem, menutup jalan, melakukan demo atas apapun isu yang mereka tidak sukai, atau melakukan penutupan warung, meskipun sudah lama tidak lagi, toh ini pernah menjadi hari-hari mereka. Ingat pula melakukan pemaksaan stasiun TV untuk tidak menayangkan film tertentu. Atau memaksakan penutupan acara dunia atau majalah yang tidak sesuai dengan pemahaman mereka.

Ini rekam jejak, meskipun sudah lama terjadi, toh yang baru-baru juga masih terjadi. Pemaksaan untuk menyambut kedatangan Rizieq salah satu bukti. Di tengah pandemi mereka  tetap saja melakukan aksi. Itu tidak seberapa. Perusakan taman, properti bandara, jelas-jelas jauh dari kata damai. Padahal menjemput itu kan bisa tertib, itu sederhana dan mendasar, seperti itu saja tidak bisa kog.

Pengakuan tidak langsung itu mengkonfirmasi bahwa itu memang rekam jejak mereka. Selama ini merasa baik-baik saja, dan ketika Munarman mengatakan itu, apa artinya? Tidak bisa disangkal lagi, kalau mereka memang berlaku demikian.

Rekam jejak demikian, seolah karakter, memang bisa diubah dengan segera? Ataukah ini sebentuk upaya, atau siasat karena rekening mereka yang kini diblokir, dari 50-an, 60-an, dan kini hampir 90-an. Ketika Munarman mengatakan rekening itu untuk beaya pengobatan ibunya, jelas terbaca mau apa dengan itu semua.

Bagaimana model menantang, mau menyeret ke kepolisian, yang menyebutkan pimpinannya overstay di Arab Saudi. Itu hanya kepentingan diri sendiri lho, apalagi kalau kepentingan organisasi seperti apa jadinya? Perlu diingat, bagaimana persekusi demi persekusi bagi yang mereka nilai merugikan pihaknya. 

One thought on “Munarman: FPI Baru, FPI Damai, Ormas HIjrah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *