Gama-Amin, Koalisi Aneh, Membuat Prabowo Puyeng

Gama-Amin, Koalisi Aneh, Membuat Prabowo Puyeng

Makin panas tensi politik. Bagaimana sejak dini sudah ancang-ancang untuk kalkulasi kemenangan. Semua serba tidak mudah. Perhitungan cermat kudu dilakukan, salah sedikit bubar. Narasi untuk mendeskreditkan lawan jelas paling mudah dan murah tentunya.

Salah satu yang cukup lucu dan aneh adalah narasi yang berkembang mengenai potensi koalisi 01 dan 03. Kan wajar dari tiga pasang kandidat, pasti salah satunya akan ditinggalkan. Apalagi sudah teriak-teriak satu putaran. Hal yang sangat wajar dan normal.

Tensi dan sensi yang membuat keadaan menjadi lucu bahkan naif. Mengapa demikian?

Paslon 02     begitu jemawa bahwa mereka didukung dan diusung oleh banyak partai politik gede. Pun istana dan Jokowi mereka klaim ada di belakangnya. Kurang kuat apalagi. Apa iya dua paslon lain akan mendekati mereka, padahal ini adalah competitor mereka sejak awal, bisa juga di putaran dua.

Apa iya akan bersaing namun bekerja sama? Kan aneh dan lucu, yang wajar ya sama-sama yang tidak cukup kuat untuk bisa menghadapi kubu yang tergambarkan digdaya.

Gaungan banteng kolaborasi dengan kadal gurun, gambaran PDI-P dan koalisinya bersama koalisi PKS, aneh dan lucu, Ketika garuda, baca Gerindra berkali-kali di mana-mana gandengan bahkan pelukan mesra dengan PKS baca kadal gurun kog biasa saja, tidak ada ungkapan-ungkapan dan ancaman mundur dukungan, bahkan mendukung dengan sepenuh jiwa dan raga.

Apa bedanya banteng dan garuda? PDI-Perjuangan dan Gerindra sama saja kog, kalau berbicara soal nasionalis,  terbaca yang panik adalah kubu 02 dengan menggunakan para nasionalis kurang literasi yang menyoal banteng dengan kadrun.

Mirisnya adalah, pendukung 03 terjebak permainan ini dan ikut-ikutan marah. Hal yang sangat jeli dimanfaatkan kubu yang memang mau menendang sejak dini Ganjar untuk bisa menang dengan cara-cara yang ada.

Permainan psikologis politis yang sangat naif dibaca dan didengung-dengungkan dengan mengatasnamakan demokrasi dan nasionalisme. Mereka lupa atau karena memang tidak paham, bahwa itu adalah permainan kubu lain yang memanfaatkan kenaifan pendukung 03 yang sangat rentan untuk diombang-ambingkan.

Perlu kecerdasan untuk membangun pandangan baik dan positif, bukan sekadar yang tampak di depan mata, pemberitaan media, dan opini yang sering juga kadang penuh kepentingan. Jangan sampai ikut gendering pihak yang maunya menjatuhkan.

Literasi, menurut rekam jejak, dan banyak-banyak membaca dan bergaul akan sangat membantu, tidak sekadar ikut-ikutan yang ada. Miris, perjuangan dirusak oleh    ketidaktahuan semata.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan