Ini Lho Alasan Anies Baswedan Gagal

Ini Lho Alasan Anies Baswedan Gagal

Publik yang masih waras pada bicara mengapa KPK, Bareskrim, Kejagung tidak juga menjadikan Anies Baswedan jadi tersangka. Muhfud MD sudah mengatakan, jika kasus hukum ditegakkan bisa menjadi penghambat bahkan penghalang pencalonan.

Padahal ini sesat, yang tidak boleh itu jika kriminalisasi, mengada-ada, dan mencari-cari kesalahan yang sebenarnya tidak ada. Lha faktanya memang potensi melanggar hukumnya dan pidanya sangat banyak kog. Jadi logika Menkopolhukam itu tidak tepat. Politis jelas.

Nah, tanpa perlu Bareskrim, Kejagung, atau KPK menjadikan tersangka, sudah banyak alasan untuk melihat kegagalan Anies sebagai capres.

Pertama, dirinya sendiri. Anies  Baswedan sudah sering membuat pernyataan yang membawanya makin nyungsep. Berseberangan dengan partai pengusungnya. Contoh, mengatakan ada Menko yang mau mengubah konstitusi. Jelas ngaco, mana ada menteri, pembantu presiden bisa mengubah konstitusi.

Mengatakan, jika pemilu bukan untuk melanjutkan pemerintahan 5 atau 10 tahun lalu. Hal yang mati-matian dinetralisasi oleh Surya Paloh usai ada yang mengatakan Anies Baswedan adalah antitesis Jokowi. Berkali ulang Ketua Umum Nasdem itu mengatakan pembangunan Jokowi akan dilanjutkan.

Membenarkan apa yang sudah terjadi di Jakarta, bahwa ia merusak apa yang sudah dibangun Jokowi-Ahok, dan Djarot. Publik tentu paham, eh malah dinyatakan dengan tegas sendiri.

Kedua. Syahganda Naiggolan.  Mengatakan, jika Anies Baswedan berkuasa akan menangkap Jokowi dan keluarganya. Lihat, bagaimana ugal-ugalnya pendukungnya dalam memanfaatkan kekuasaan. Ini bukan main-main, kredibilitas pemerintahan, negara, mantan pejabat negara dipertaruhkan. Padahal pemerintahan yang ada relatif baik-baik saja.

Ketiga, Alfian Tandjung. Mengatakan HTI, FPI, dan ormas terlarang selain PKI tentu saja diaktifkan kembali, jika Anies Baswedan mau mendapat dukungan mereka. Kontrak politik yang ngeri, bagaimana masa-masa SBY dan awal Jokowi, bahkan hingga periode kedua mereka, FPI ini menjadi polisi sekaligus tentara bagi masyarakat yang berseberangan dengan mereka.

Rekam jejak mereka yang seperti itu, bahkan menjadikannya ormas terlarang saja susah minta ampun malah minta dihidupkan lagi.     Negara mau jadi seperti apa? Kembali masa lalu.

Keempat, partai pendukung dan pengusungnya. Mereka ini berebut kekuasaan dan pengaruh parpolnya masing-masing. Anies Baswedan hanya menjadi alat untuk mereka. PKS jelas memang tidak punya kader, hanya mau eksis dan perlu tokoh besar.

Demokrat hanya mau mendongkrak AHY bisa berbuat banyak. Jika kalah, mereka bisa meninggalkan begitu saja. Tidak ada kepentingan untuk Anies Baswedan. Membantu Demokrat merangkak naik semata yang mereka butuhkan, ujung-ujungnya nama AHY yang diperbincangkan. Lagi-lagi Anies Baswedan sekadar alat bagi partai milik klan SBY ini.

Nasdem pun sejatinya demikian. Hanya mau mendongkrak nama  mereka. Eh malah ada nuansa rugi ketika Demokrat ngeyel ikut gerbong mereka.

Simalakama sejatinya bagi Nasdem karena yang akan untung banyak malah  Demokrat. Padahal sudah mai suri malah dibangu bangkit yang sekaligus akan menyuntik mati Nasdem sendiri.

Masih sangat sumir, cair, dan belum ada bentuk. Blunder demi blunder malah diciptakan sendiri. Masa depannya sama sekali tidak cerah.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

Leave a Reply