Karpet Merah AHY untuk Gibran Rakabuming

Kiprah dua anak presiden ini hari-hari ini sangat menarik. Gibran Rakabuming dengan kinerjanya yang menunjukkan arah baik. Sisi berbeda, AHY lebih cenderung cari perhatian ala ABG dengan main media sosial. Padahal panggung ketua umum partai yang pernah dan merasa besar sangat terbuka lebar.

Karpet merah untuk anak muda, jangan dimanjakan, beri tantangan. Setuju pakai banget Gus, tapi kepada siapakah nasihat ini? Hanya bagi pihak di luar sana? Atau untuk semua orang yang masih muda?

Layak dicermari apa yang nyatakan ini. Siapa sih yang menerima karpet merah? Jangan-jangan ia malu dan mau menolak pada peponya namun tidak sampai hati? Lha ketua umum partai diberikan begitu saja pada dirinya.

Proteksi sangat ketat dengan menempatkan adik dan pepo pada posisi strategis untuk membentengi keberadaan AHY. Hayo mana Gus tantangannya itu?

Rakabuming
Gibran Rakabuming

Pemimpin Wacana Versus Pemimpin Pekerja

Gibran Rakabuming selaku Walikota juga sering mendapatkan panggung. Ia tidak perlu merebut panggung seperti AHY. Kinerjanya yang memang sangat berat sebagai anak Jokowi, Presiden RI yang sedang menjabat, juga sebagai anak dari Walikota Solo, Gubernur DKI, dan Presiden RI yang menorehkan capaian besar.

Sigap menghadapi pandemi. Salah satu sekolah ditengarai mau mengadakan pembelajaran tatap muka. Ia datangi dan parkir mobil dinasnya di gerbang sekolah tersebut. Hal yang belum pernah terdengar selama pandemi pimpinan daerah turun seperti ini.Panggung yang berkarpet merah itu diciptakan, bukan pemberian.

Gibran Rakabuming mengundang pembuat mural yang isinya mengritik pemerintah. Ia tidak marah atau membalas makian, namun malah memberikan kesempatan untuk menyatakan pendapatnya secara langsung.

Keberanian, bukan karpet merah. Undangan pada pihak yang tidak suka itu tidak mudah. Apa saja bisa terjadi.

Terpampang nyata, mana yang  mendapatkan karpet merah karena pemberian, itu artinya manja ala AHY. Mana yang mendapatkan panggung dengan karpet merah karena memang bekerja dengan keras dan berusaha terus.

Wacana itu baik, namun tidak sepenuhnya hidup, memimpin, dan berperilaku berhenti pada narasi semata. Melakukan dengan sangat serius dan bermanfaat jauh lebih bermakna bukan? Era pemimpin muda pekerja menggeliat demi Indonesia emas 2045.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

6 thoughts on “Karpet Merah AHY untuk Gibran Rakabuming

  • August 27, 2021 at 2:35 pm
    Permalink

    Bangsa yg besar menghargai perbuatan & keteladanan, bukan perkataan & hujatan…

    Reply
  • August 27, 2021 at 4:36 pm
    Permalink

    Eranya para pemuda pekerja bukan pemuda peminta hibah (jabatan, dana atau fasilitas ini dan itu)
    Zamannya mengkreasi panggung sendiri bukan mencari panggung
    Karena mata melihat telinga mendengar dan hati merasa baru otak memutuskan manusia mcm mana yang pantas memimpin…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *