GeneralNews

Marzuki Ali: Manusia Tidak Tahu Terima Kasih dan Nabok Nyilih Tangan

Ketiga, rekonsiliasi jauh lebih baik dari pada konfrontasi. Katanya ogah punya musuh, kog malah menebar permusuhan. Aneh dan lagi kontraproduksi.

Keempat, tanda kepanikan. SBY politik yang penuh perhitungan. Sering dianggap lamban. Eh kini begitu gencarnya serang sana-sini. Memperlihatkan kondisi psikologis partai dan pribadinya.

Kelima, KLB sebagai kiamat bagi SBY. Mengapa? 

Makin trlihat jika AHY lemah dalam mengendalikan partai.  Kontroversi yang ada, bukan konsolidasi. Perselisihan makin runcing bukan malah membaik.

Keberadaan AHY makin terjepit bukan lebih leluasa. Jika aman, SBY pasti akan tenang dan tidak malah seperti saat ini.

Apa yang terjadi di internal partai malah didengungkan oleh AHY dan SBY sendiri. Maunya mendapatkan simpati. Yang datang antipati.

Jauh lebih bijaksana SBY itu mandita, menjadi penasihat spiritual. Eh malah turun gunung dan kesasar. Merendahkan diri sendiri atas nama karena membela anak. ini parah dan payah.

AHY mampu itu yang seharusnya diyakini SBY. Bagaimana publik percaya, jika bapaknya saja sudah tidak yakin.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *