AgamaNewsTOP STORIES

Mengeroyok FPI, Politikus: Munarman Munafik

Membela Rizieq atau membela kepentingan masing-masing?

Layak dicermati, aksi bela Rizieq aslinya adalah aksi bela kepentingan sendiri-sendiri. Suka atau tidak, magnet Rizieq masih yang paling kuat. Munarman, Slamet, Novel, atau Sobri belum sekuat dan sesolid Rizieq untuk agitasi, melobi para pendana, dan keberanian berteriak-teriak. Ini bakat alam tukang obat yang belum ada yang bisa menandingi. Kelompok ini, Munarman, Sobri, dan kawan-kawan tentu enggan kehilangan figur sentral ini.

Pemakai jasa dan penyandang dana tentu ingin Rizieq lepas, sehingga mereka bisa bernafas lega karena aman dari jeratan hukum. Semua paham kog siapa-siapa di balik aksi-aksi mereka, dan ke mana arahnya. Kehilangan aset sangat berharga, baik dalam diri Rizieq atau kekayaan yang hendak dipertahankan.

Rizieq itu hanya alat untuk mempertahankan kekayaan dan jangan sampai ia membuka borok mereka selama ini. Bisa berabe dan tambah malu lah.

Wajar ketika kini berbalik arah dan membuka  borok-borok FPI dan elitnya, lha selama ini ke mana saja sih, kan jelas-jelas perilakunya demikian kog. Memangnya baru akhir tahun ini Munarman jadi munafik, atau membawa-bawa Tuhan dalam demo?

Tidak elok dan tidak bijak rasanya ketika jaya ikut memuja namun begitu kena batunya ikut menimpuki. Kesalahan yang sama kog dilihat dengan berbeda apa karena tidak lagi bisa dimanfaatkan? Kan tahu Munarman pernah menyiram teh kepada rival bicara, live televisi pula. Atau agitasinya selama ini memangnya tidak bermuka dua?

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

2 thoughts on “Mengeroyok FPI, Politikus: Munarman Munafik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *