AgamaHumanioraNewsPolitikTOP STORIES

Politisasi Bencana Ala Demokrat

Ketika ada tanggapan lebih keras, kader mereka marah. Ya pantas lah kalau ada tanggapan yang sangat kasar bahkan, karena memang anak kemarin sore yang perlu banyak belajar, bukan semata mendapatkan panggung, tetapi perlu bicara pula ranah etis, jangan malah ikut-ikutan bergaya preman. Malu dengan usia dan nama Demokrat, tetapi berilaku model biadab begitu.

Satu belum reda eh muncul yang lain. Andi Nurpati ini tampaknya perlu diingatkan ia punya “hutang” hakim MK yang dipecat dan dia aman. Kasihan hakim dan keluarganya yang tercoreng moreng atas perbuatan bersaa AN tetapi karena ia bersama penguasa negara maka aman. Ia berkomentar apakah Mensos juga blusukan ke Sulbar yang banjir.

Jadi ingat dulu almarhum Ibu Ani sempat sewot pas banjir Jakarta ada anak yang berkomentar eh malah main medsos padahal banjir. Beliau menyasar ke mana Bu Jokowi, pas gubernurnya Jokowi. Eh kog sekarang kadernya berperilaku sebaliknya dengan yang pernah dialami pimpinannya. Benar, bahwa Mensos harus hadir, tetapi apakah ia kejadian langsung juga ke sana? 

Padahal juga sedang menuju ke sana. Birokrasi, urusan, itu tidak sekadar cepat, tetapi manfaatnya untuk apa dulu? Kerja departemen bukan semata secepat dunia medsos juga ah. 

Lebih kasar lagi ketua badan pemenangan pemilu partai ini, Andi Arief mengatakan harus ada yang berani membangunkan Jokowi yang sedang tidur. Entah anak ini sedang sakaw atau mabuk karena kesulitan mencapai target kemenangan partai kemudian ngaco begitu.

Instruski presiden kepada jawatan terkait sudah begitu melimpah datanya di internet, bagaimana presiden memerintahkan jajarannya untuk menangani semua kejadian itu. Ingat  ini di tengah pandemi, banyak soal yang tidak kalah pentingnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *