Duta-duta Ngaco, Raffi ahmad Paling Beda

Beberapa hari lalu, usai vaksinasi perdana covid, pembicaraan malah bergeser kepada perilaku Raffi ahmad yang kedapatan berpesta dan berphoto tanpa masker. Langsung saja caci maki bertebaran, maklum kondisi selalu dikotomis ada dalam bermasyarakat di negeri ini. Riuh rendah pada yang artifisial, pada yang esensial abai,

Raffi ahmad dengan reputasinya, pengikut di media sosial termasuk sangat banyak, wajar dijadikan ikon, model, dan salah satu duta untuk mendapatkan vaksin perdana bersama dengan presiden. Harapannya adalah dengan figur publik yang diikuti banyak orang sudah tervaksin, banyak pengikutnya yang akan dengan mudah ikut serta dan narasi buruk vaksin bisa terminimalisir.

Duta-duta yang sudah-sudah itu biasanya ngaco dulu kemudian dijadikan duta. Kebalikan kali ini, duta dulu baru ngaco. Benar bahwa Raffi Ahmad sudah meminta maaf, namun bahwa itu membawa gelombang kehebohan baru, apalagi di tengah pro dan kontra, dikipasi oleh politikus sakit hati, makin menjadi.

Hal yang sepele, sederhana, dan tidak mendasar sebenanya, masih banyak hal yang bisa diperbincangkan lebih lanjut mengenai keberadaannya di dalam pesta itu, bagaimana dengan tamu, berapa yang hadir, ruang atau tempat pesta, dan banyak lagi. Tetapi toh, tabiat kita adalah penghakiman langsung, sepihak, dan berdasarkan asumsi semata. Itu kasus lain, pembahasan kali ini mengenai kebiasaan perilaku ngaco didutakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *