AgamaPolitik

Revolusi Akhlak Bumerang bagi Rizieq Shihab

Parang saja untuk mengupas mangga. Ini jelas fakta, ada yang membawa parang di muka umum, persidangan, untuk apa coba? Toh ngelesnya juga ngaco.

Ketiga, mengatakan jaksa, siapa saja dungu dan pandir. Kata jaksa, yang biasa menggunakan kata-kata itu bukan orang terdidik.  Memang faktanya demikian, sangat mudah merendahkan orang dengan mengatakan pihak lain dungu, pandir, dan sejenisnya.  

Padahal, kalau mau jujur, memangnya ia benar-benar lebih cerdas? Belum tentu. Kapan sih ia mengeluarkan ayat dalam ceramahnya? Jauh lebih banyak politik dari pada kajian agama.

Hakim yang “ketakutan” sudah diwakili oleh keberanian jaksa yang menohok pada jantung kesalahan Rizieq Shihab sendiri.  Jika ini masih bisa berkelit, dan bebas. Gampang, polisi dan jaksa segera saja memproses dugaan percakapan mesumnya. Pasti tidak akan bisa menggeliat lagi. Habis kalau soal ini. Reputasinya rontok.

 Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *