TOP STORIES

Pak SBY Silakan Bicara, Pak Jokowi dan Bu Risma Tetap Bekerja

Jumlah kader mumpuni Demokrat bandinkan dengan PDI-P juga jomplang. Lihat saja nama-nama yang masuk radar survey. Baik langsung PDI-P  atau bau-bau banteng dan mau ke sana dari pada mercy. Demokrat hanya punya satu nama saja masuk kalangan bawah, mau membranding juga nangung.

Komentar soal kecelakaan pesawat saja juga ngaco. Peringatan untuk pemerintah, lha memangnya apa kaitan kecelakaan dengan pemerintah? Kecuali itu Garuda atau setiap hari ada. Lha adanya kecelakaan kan wajar, apa kaitannya dengan pemerintah coba?

Menyebar baliho di jalan-jalan, koalisi dengan rakyat. Rakyat yang mana sih? Nyatanya suara pileg juga jeblog. Isu-isu menyasar pemerintah, melalui UU Ciptaker dan pandemi juga sepi sambutan. Klaim lagi-lagi yang tidak mendasar. Ilmu politiknya masih perlu banyak belajar lagi. Timnya ngaco, ganti saja, he..he..

Dunia memang adil. Ketika Pak Jokowi membagikan sertifikat tanah, perhatian untuk korban kecelakaan. Bu Risma juga menyambangi jalan-jalan dan menemukan pengemis dan tuna wisma. Ramai-ramai dibantah, lha Satpol PP juga nemu ternyata, atau Satpol PP anak buah Kemensos? He..he…Eh sudah pindah ke Sumedang. Mosok tanah longsor juga rekayasa.  Ini para pekerja, banyak karya sehingga tidak ada waktu untuk sekadar nyinyir.

Adil benar dunia ini, ada yang berkarya sampai kekurangan waktu, ada pula yang berkomentar tanpa melakukan apa-apa. Pak SBY silakan bicara, tidak ada yang melarang, tapi tanggung konsekuensi kalau dijawab dengan bebek atau museum Hambalang lagi, jangan baper.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *