TOP STORIES

Pak SBY Silakan Bicara, Pak Jokowi dan Bu Risma Tetap Bekerja

Aneh dan lucu saja cara berpolitik SBY ini, bagaimana tidak, ketika masa di mana politik prestasi, kinerja, dan oposan ribut menyinyiri prestasi, Risma dan Jokowi, eh ia malah ikut nimbrung di mana itu adalah bagian antipati mayoritas masyarakat. Mengapa? Ya memang sudah tahu beda politisi pekerja dan sekaligus negarawan atau sekadar politikus makelar.

Kesalahan SBY dengan Demokrat adalah mereka membangun posisi oposan tetapi dengan merusak reputasi Jokowi. Lucu dan naif, mereka perlu belajar pada Ruhut dan Ferdinand, di mana mereka mampu membangun brand mereka dengan mendukung pemerintah secara normatif. Ingat, tidak juga harus mendukung bak babi buta, konstruktif di dalam oposan itu jauh lebih keren dan menjanjikan, dari pada sekadar waton sulaya.

Posisi Jokowi dan PDI-P sedang pada posisi baik, relatif aman dari banyak masalah yang potensial membuat mereka tergelincir. Pemilih juga cenderung fanatik dan memang militan sejak lama. Jokowi pun demikian, pendukungnya malah kadang cenderung berlebihan, dan ini susah teralihkan. Dengan menyerang semakin  membuat orang tidak suka dan antipati pada penyerangnya.

Pemilu 24 memangsecara konstitusi Jokowi sudah tidak bisa menjadi capres lagi. Peluang yang relatif sama bagi semua parpol dan kader terbaik bangsa. PDI-P suka atau tidak ada pada start terdepan untuk membuat banyak gebrakan demi mendapatkan keuntungan. Ini sah secara konstitusi, apalagi kursi mereka juga gede.

Posisi demikian, jauh lebih bijak dan aman itu bekerja sama. Jika tidak, memainkan perlawanan yang cantik, bermartabat, dan berkelas, bukan hanya asal menghantam, apalagi modal tangan kosong dan yang dihajar beton cor.

Berlagak oposan namun minim terobosan ya susah. Pemain lini ini menumpuk, padahal peluang atau angkanya amat kecil. Yang tidak suka Jokowi itu ya itu-itu saja. Lihat saja kemarin pemilihan presiden. Demokrat tidak kreatif menciptakan pangsa pasar sudah akan tergilas sejak awal. Pengalaman pilkada DKI 2017 seharusnya membuka mata SBY dan AHY, bahwa mereka kini  bukan siapa-siapa. Plus kehilangan sosok Ibu Ani yang sangat berarti dan berperan besar bagi tumbuh kembang Demokrat dan dua sosok penting partai itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *