Tumbangnya Pohon di Depan Rumah Prabowo

Tumbangnya Pohon di Depan Rumah Prabowo

Menarik salah satu media dalam memberikan judul saat melaporkan tumbangnya pohon di depan rumah capres nomor 2 itu. Pohon di depan rumah Prabowo tumbang bukan karena angin dan hujan. Beberapa keanehan adalah, sebut jalan saja bisa, tanpa menggunakan nama Menhan itu, tetapi jelas tidak akan dilirik netizen.

Kedua, bukan karena angin dan hujan, untuk apa coba alasan negasi demikian? Alasan sebenarnya ketemu di dalam badan berita, akar pohon busuk. Hal yang sangat biasa, hanya karena ini menyangkut atau minimal dekat dengan  rumah orang yang sedang menjadi bahan perbincangan, mayan menaguk view.

Ketiga, coba bayangkan jika judul itu Pohon di jalan Sriwijaya karena akar busuk, yakin tidak akan ada yang menengok dengan sangat antusias, berbeda Ketika ada tambahan nama capres. Pun tidak akan mendapatkan view banyak jika menyebutkan akar busuk. Penasarannya hilang.

Keempat, terbaca bahwa pewarta memang mau membuat publik berfikir bahwa ini bukan hal biasa, namun ada sasmita, sebuah tanda, firasat, wong tidak ada angin dan hujan kog pohon besar tumbang.

Kelima, akar busuk, biasanya daun sudah pada gugur, ronton, dan pohon tidak akan segar. Apakah ini sebuah tanda yang mau dinyatakan biasa saja dengan ujaran akar busuk? Toh banyak tanda pohon tumbang dengan meninggalnya tokoh besar.

Padahal belum lama juga banyak pohon tumbang dan patung-patung roboh berantakan di dekat Balaikota Solo. Lagi-lagi ini adalah sebuah kejadian yang sebenarnya sangat wajar, namun toh bisa jadi itu adalah sebuah tanda atau pralambang, berkaitan dengan salah satu bagian paslon dalam pilpres. Kog nomor yang sama.

Hal yang sama bukan Ketika tim 02 juga menampilkan Jokowi makan malam dengan Prabowo? Tanda yang bisa ditafsirkan sesuai dengan sudut pandang masing-masing.

Othak athik gathuk   itu hal yang bisa terjadi di tengah adat budaya kita, tetapi toh juga ada dasar atau alasan yang cukup logis, mendasar, dan juga memiliki rekam jejak yang jelas. Tidak hanya sekadar mengaitkan hal-hal yang sering tidak berkaitan.

Apakah ini tanda alam tumbangnya paslon itu? Atau hanya fenomena alam lumrah? Laik ditunggu hingga 14 Februari nanti.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan