TOP STORIES

Tanpa FPI Anies Baswedan Menyerah

Pembagian paket bantuan, bukan di antar namun dengan model pasar murah. Jangan lupa, di awal-awal pandemi kinerjanya demikian. Artinya apa? Ya terjemahkan sendiri. Ini kesengajaan yang susah dibuktikan pelanggaran hukum, karena memang tim politiknya sangat culas di dalam mengakali peraturan.

Perlu diingatkan lagi, bagaimana KHMA selaku Wapres jengkel ketika teleconference soal jumlah penerima bansos, ia hanya mengatakan pemerintah pusat menanggung satu juta warga. Polemik KK dan jiwa juga dilupakan begitu saja. Silakan dicek waktu masih awal-awal dan pendataan penerima bantuan masih ramai, ada semua.

Besar mulut dan retorika, ketika mau menarik rem darurat. Eh malah ia sendiri yang terjungkal dan terjangkit. Ke mana rem darurat dan efek kejut yang ia deklarasikan itu?  Lagi-lagi semata wacana omong gede semata.

Menarik adalah, ketika ia gegap gempita menghadiri penyambutan Rizieq Shihab, dan malah menjadi undangan selaku saksi dalam pernikahan anak MRS. Penuh percaya diri menghadiri dan siap pagi harinya untuk menjadi saksi. Tanpa ia tahu, kondisi itu yang dinantikan oleh pihak yang lebih tinggi darinya.

Militer langsung mengadakan konperensi pers dengan panglima dan komandan pasukan khusus, bukan para kepala staf. Ada yang sangat serius. Semua berbalik arah dan malah menyasar kepada MRS dan pihak yang mendukungnya.

Gembar-gembor para bohir yang merasa di atas angin senyap. Jauh lebih riuh rendah aksi bersih-bersih, dengan cepat penggantian dua kapolda dan dua kapolres diikuti tindakan nyata bebersih itu. Akhir tahun  FPI menjadi ormas terlarang dan pencopotan atribut di pusat mereka Petamburan. Hal yang sudah diawali dengan penurunan baliho di jalan-jalan dan berpuncak baku tembak laskar dan polisi demi mengejar versus melindungi Rizieq Shihab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *