Kisruh di Tengah Pengaruh 3 C
C Ketiga, ini bukan nama, namun samaran demi amannya bernarasi.
Identifikasi asesoris wajah yang identik dengan tokoh bintang film kuno, perilakunya jauh lebih ugal-ugalan. Dua kali periode menjadi orang nomor dan papan atas ternyata tidak membuatnya cukup puas. Mencoba peruntungan lebih atas toh gagal, masih mau mencoba dan mencoba terus. Akhir-akhir ini banyak memutarbalikan fakta, di mana rakyat itu sudah tahu dengan gamblang, napa juga memaksakan kebodohan diri pada publik.
Menolak memulangkan kaburan, namun selalu memuji dan membela. Untuk apa pujian dan pembelaan itu coba, kalau tidak ada udang di balik batu. Mana ada mau model makelar begitu.
Eh ternyata santer terdengar, banyaknya kasus hutang jatuh tempo dari anak usaha yang digeluti keluarganya. Wajar karena nilainya super fantastis, model dikit kalau menang bisa mengolah agar hutangnya diputihkan, ia ahlinya demikian.
Lebih lagi, ketika menawarkan diri untuk menjadi juru damai bagi tanah yang bergolak. Tanya berikutnya adalah, ada apa? Tanpa angin tanpa hujan kog tiba-tiba ada klaim kemerdekaan tanah bergolak oleh orang asing, ia tiba-tiba ikut memainkan arus itu.
Trio C ini modal besar untuk dimanfaatkan pihak asing untuk menjadi agen agar pemerintahan tidak stabil, kalau mungkin bisa diganti dan mudah dikendalikan sebagaimana selama ini. kepentingan Amrik dan Barat banyak terganggu dengan model kepemimpinan Presiden Jokowi. Free Port di tendang ini pukulan telak bagi Amrik dengan kuasa di dunianya.
Belum lagi masa depan dunia itu bukan minyak lagi, namun listrik dan nikel itu banyak di Indonesia. Elit negeri tamak maunya ikut bancaan dan mendapatkan persen, luar jelas mau ngerampok model lampau.
Rakyat makin cerdas. Pemerintah dan jajaran banyak yang baik dan bagus. Harapan itu perlu dibesarkan bukan ikut pesimis, apalagi goblog dengan mendukung elit-elit gagal total selama ini.
Salam Penuh Kasih
Susy Haryawan
