5 Fakta Politik 130 Juta Novel Bamukmin

Elit alumni 212 mengaku memiliki pendukung 130 juta, jadi layak menjadi pendamping Anies Baswedan dalam pilpres 2024. Mau lucu, naif, atau ngaco silakan saja, itu persepsi dan asumsi masing-masing. Bebas, ini negara demokrasi. Sama juga dengan kepedeannya menyatakan diri layak menjadi wakil presiden. Layak dicermati pernyataannya itu, mendasar atau malah membual;

Pertama, angka 130 juta ini, khas permainan angka mereka. Demo yang konon puluhan juta, padahal kawasan itu, luasannya sangat tidak mungkin mampu menampung toh selalu saja diakui itu benar. Jadi angka 130 juta ini artinya ya gitu deh.

Kedua, jika benar angka pendukung 212 dengan Novel Bamukminnya, dan itu juga pendukung setia Prabowo, mengapa angka pemilih Prabowo hanya 66 juta. Ke mana yang 70-an juta itu?  belum lagi pemilih dari partai Gerindra yang cukup militan. Atau,

Ketiga, biasa mereka kalau berdemo mengajak anak-anak. Nah, jangan-jangan anak-anak pun dihitung sebagai pendukung, padahal hak pilih berbeda.  Serba susah, selain angka ngaco biasanya, mereka juga melibatkan orang bayaran, dan anak-anak.

Keempat, kalkulasi politik itu sangat tidak dipahami Novel Bamukmin. Pribadi demikian, kog mau memimpin negeri sebesar, sekompleks, dan seruwet negeri ini. Sepele,  partai apa sih yang mau membawa dua orang yang tidak jelas seperti itu ke pertarungan pilpres?

Novel Bamukmin

Kelima, siapa sih Novel Bamukmin sehingga sepede itu, menghadapi nama-nama besar seperti AHY, Arlangga, Imin, Prabowo, dan sebagainya? Kelompok mereka ada Amin Rais, ada Gatot Nurmantyo, jelas lebih menjanjikan, toh tidak seyakin dia. Level kepala daerah tingkat  dua saja, belum tentu menang.

Ini sih olok-olokan semata. Hanya sebuah impian, kalau tidak terlalu kasar mengatakan halusinasi. Tentu masih ingat, ketika mereka-mereka ini juga melantik gubernur tandingan masa Ahok bukan? Apa yang terjadi, ya hanya mempertontonkan kebodohan dibalut atribut agama. Tidak ada nilai sama sekali.

Negara ini tidak kurang orang waras, pinter, mumpuni, dan berbudi, tapi, sekali lagi ini negara demokrasi, jadi wajar saja orang separo sadar berani teriak-teriak. Kudu bersyukur coba omong model demikian di Timur Tengah, kan sudah tinggal nama.

Media juga berperan untuk membuat orang makin halu ketika diberitakan. Kondisi sama sekali tidak ada yang mendukung, mau politik, suara, apalagi prestasi.  Hanya menjadi energi buruk bagi alam demokrasi kita.

Salam Penuh Kasih

Susy Haryawan

3 thoughts on “5 Fakta Politik 130 Juta Novel Bamukmin

Leave a Reply