AHY Tuding Istana Mau Kudeta Demokrat
Beberapa hal layak dilihat lebih jauh,
Pertama, mengapa menyasar Jokowi dan istana? Lagi-lagi ini adalah pengulangan menghajar yang sedang di atas. Permainan pelaku media sosial. Dengan menyerang orang yang gede akan mendapatkan porsi gede pula. Sayangnya hanya kegagalan yang diperoleh, kog tidak berubah, malah menjadi. Ini konyol namanya.
Kedua, alasan di atas sudah cukup banyak, nah jangan lupa, mereka ini bukan lagi partai besar yang cukup seksi untuk diajak ke mana-mana. Mereka tidak cukup seksi hanya dilirik. Apalagi dilihat. Susah melihat Demokrat itu menjadi penting.
Ketiga, suara mereka sedikit, reputasi main dua kaki, jelas membuat orang enggan untuk melirik. Pilpres masih bisa diterima nalar, karena ngarep menteri. Lha UU Cipta Kerja, sejak awal ikut pembahasan, mengapa pas ketok palu seolah-olah menjadi pahlawan kesiangan dengan menolak dan mengajak demo. Padahal di tengah pandemi. Pilihan ngaco dan konyol.
Keempat. Memperlihatkan AHY sosok yang lemah. Malah cenderung seperti ABG labil yang tidak mampu menampilkan jati diri sendiri yang memang mumpuni. Kesalahan demi kesalahan yang tidak pernah diperbaiki.
Kelima, kadernya cenderung ABS atau malah sarkasnya penjilat. Tidak ada kritikan yang membuat Demokrat memiliki wibawa, malah cenderung menjadi bahan tertawaan karena sikap elitnya yang sama konyolnya.
Keenam, pemimpin cengeng, bukan hanya AHY yang mengalami kudeta, ada Amien Rais yang ditendang dari PAN. Tomy Soeharto yang didepak dari Berkarya, atau Megawati yang tersingkir dari PDI. Toh tidak ada yang bersurat kepada Soeharto atau Jokowi.
Ketujuh, ada kemungkinan intrik di dalam yang tidak mampu AHY atasi. Demi menjaga citra diri mengaitkan dengan Jokowi dan Istana. Maunya dapat simpati dan menyasar Jokowi. Hal yang sia-sia. Terlalu jauh dan remeh bagi Jokowi.
